Budidaya tanaman koro benguk

Budidaya tanaman koro benguk

Teknologi budidaya koro benguk lebih sederhana dibanding dengan budidaya tanaman kacang-kacangan (leguminosa) lainnya. Tanaman koro benguk (Mucuna pruriens) mampu tumbuh baik di lahan kurang subur bahkan pada lahan yang sangat kritis. Oleh karena itu budidaya tanaman ini sebaiknya memanfaatkan lahan kurang subur, bahkan lahan-lahan yang miring.

Budidaya koro benguk


Budidaya koro benguk dilakukan dengan menggunakan biji ( buah polongnya ) Biji yang digunakan sebagai benih sebaiknya berasal dari biji yang sudah tua (masak pohon) Tanda-tanda biji yang sudah tua adalah kulitnya yang licin dan agak mengkilap serta tidak ada tanda-tanda keriput.

Pilih biji yang bentuknya normal dan utuh, jangan terlalu kecil dan jangan terlalu besar. Simpanlah biji tersebut pada tempat yang kering dan sebaiknya jangan menyimpan biji langsung pada lantai atau tanah agar tidak lembab, karena dapat mengakibatkan jamur dan biji menjadi busuk.

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah dimaksudkan untuk menggemburkan tanah, membuat bedengan, memudahkan dalam penanaman serta meningkatkan kesuburan tanah. Disamping itu untuk membuang sisa-sisa tanaman maupun rumput liar yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Dengan pengolahan tanah yang baik, maka akar tanaman akan lebih mudah menembus pori-pori tanah, sehingga dapat mencari unsur hara yang diperlukan. Sedangkan pada lahan miring, seyogyanya tanah tidak diolah, karena jika hujan turun akan mempercepat proses erosi.

Penanaman

Koro benguk dapat ditanam secara monocultur maupun tumpangsari, baik dilahan pekarangan maupun lahan tanaman optimal, maka pemilihan varietas koro benguk perlu diperhatikan.

Sebagai contoh bila akan ditanam secara tumpangsari maka varietas putih lebih cocok, karena merupakan tanaman perdu, tumbuh tegak dan tidak menjalar sehingga tidak mengganggu tanaman pokoknya. Sebaliknya varietas blirik, putih kusam dan hitam mempunyai sifat menjalar, memanjat dan sangat cocok sebagai tanaman konservasi, karena cepat menutup tanah dengan sempurna.

Waktu Tanam

Waktu tanam sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan, sehingga pada saat curah hujan tinggi, daunnya sudah menutup tanah dan perakarannya sudah kuat. Didaerah lahan kering, waktu tanam bisa juga dilakukan, untuk memanfaatkan lahan bera, koro benguk tahan terhadap kekeringan.

Cara Tanam

Untuk mempercepat perkecambahan biji, sebelum ditanam sebaiknya biji koro benguk direndam terlebih dahulu dengan air selama 12 jam kemudian ditiriskan. Pada tanah yang diolah cara tanam dengan cara ditugal, setiap lobang diisi benih 2-3 biji.

Pada tanah yang tidak diolah cara tanam dengan dikoak atau dilobangi, kemudian diisi benih 2-3 biji Atau ditanam dengan cara larikan dengan jarak tanam antar larikan 20 cm. Untuk varietas yang tumbuhnya menjalar atau memanjat maka perlu dibuatkan ajir atau lanjaran dengan ketinggian 1-1,5 m C.

Jarak tanam

Untuk koro benguk berumur panjang, jarak tanam pada lahan miring 20 x 50 cm, sedangkan untuk koro benguk berumur pendek, jarak tanam 20 x 30 cm. Namun demikian jarak tanam tersebut tidak selalu tergantung dari pola tanamnya serta kondisi lahan.

Pemupukan

Tanaman ini sebenarnya tidak membutuhkan pupuk, karena dapat tumbuh sangat baik pada lahan yang kurang subur serta responsibilitinya terhadap pupuk juga rendah.

Tetapi apabila tanahnya sangat kritis maka dapat dilakukan pemupukan dengan pupuk TSP sebanyak 25 kg/ha dan dilakukan pada saat tanaman masih muda (kurang lebih umur 1 bulan) atau dengan memberikan pupuk kandang sebanyak 1 ton /ha. Dimaksudkan untuk mempercepat pertumbuhan tanaman.

Pemeliharaan tanaman koro


Agar tanaman koro benguk dapat tumbuh dengan baik maka perlu dilakukan pemeliharaan dengan benar: Lakukan penyulaman, apabila pada awal tanam terlihat biji yang tidak tumbuh, maka secepatnya dilakukan penyulaman dengan cara menanam kembali biji yang tidak tumbuh tersebut.

Lakukan penyiangan, dimaksudkan supaya tidak terjadi persaingan dengan rumput liar disekitar tanaman, sehingga dapat mengganggu tanaman koro benguk tersebut.

Penyiangan sebaiknya dilakukan pada saat tanaman berumur 1-1,5 bulan. Untuk koro benguk yang tumbuhnya menjalar atau memanjat perlu dilakukan pengaturan menjalarnya batang, supaya tumbuhnya dapat terarah pada ajir yang sudah disediakan.

Panen koro


Koro benguk sebaiknya dipanen setelah biji (buah polongnya) betul-betul tua. Biji yang sudah tua kulit polongnya berwarna kuning kecoklatan dan apabila dipegang terasa kaku dan keras. Biji tersebut bila tidak segera dipetik, setelah kering kulitnya akan membuka dan bijinya rontok.

Untuk menghindari hal tersebut maka panen dapat di lakukan secara bertahap tergantung kematangan bijinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas putih dan blirik 125 hari, sedangkan varietas putih kusam 140 hari dan varietas hitam 150 hari.

Setelah biji dipanen kemudian (dijemur kering (3-4 hari). Untuk mengeluarkan kulit polongnya dilakukan dengan cara memasukkan biji tersebut kedalam karung, kemudian dipukul-pukul atau diinjak-injak sampai biji tersebut terpisah dari kulitnya.

baca juga budidaya jambu mete
Semoga bermanfaat
Hart sltg

Komentar

Postingan Populer

8 manfaat buah pakel atau bajang

6 Manfaat Pare Untuk Tubuh Manusia

Budidaya tanaman porang atau iles-iles