7 Manfaat jahe untuk kesehatan

7 Manfaat jahe untuk kesehatan

Jahe diperkirakan berasal dari India. Namun ada pula yang mempercayai jahe berasal dari Republik Rakyat Tiongkok Selatan.

Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, Tiongkok, Jepang, hingga Timur Tengah.

Kemudian pada zaman kolonialisme, jahe yang bisa memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan segera menjadi komoditas yang populer di Eropa.

Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah & bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah.

Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan).

Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari Bahasa Sanskerta, singaberi.

Ciri ciri Tanaman Jahe


Batang jahe merupakan batang semu dengan tinggi 25 cm hingga 1 meter. Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dengan bau menyengat.

Daun menyirip dengan panjang 15 hingga 23 mm dan panjang 8 hingga 15 mm. Tangkai daun berbulu halus.

Bunga jahe tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur dengan panjang 3,5 hingga 5 cm dan lebar 1,5 hingga 1,75 cm. Gagang bunga bersisik sebanyak 5 hingga 7 buah. Bunga berwarna hijau kekuningan. Bibir bunga dan kepala putik ungu. Tangkai putik berjumlah dua.

Pengolahan dan pemasaran:


Rimpang jahe, terutama yang dipanen pada umur yang masih muda tidak bertahan lama disimpan di gudang. Untuk itu diperlukan pengolahan secepatnya agar tetap layak dikonsumsi.

Untuk mendapatkan rimpang jahe yang berkualitas, jahe dipanen pada umur tidak terlalu muda juga tidak terlalu tua.

Jahe segar Selain dipasarkan dalam bentuk olahan jahe, juga dipasarkan dalam bentuk jahe segar, yaitu setelah panen, jahe dibersihkan dan dijual kepasaran.

Terdapat beberapa hasil pengolahan jahe yaitu: Jahe bubuk, Minyak jahe, Oleoresin jahe, Jahe kering, Awetan jahe.

A. Bubuk jahe:
Merupakan hasil pengolahan lebih lanjut dari jahe menggunakan teknologi industri, jahe dikeringkan selanjutnya digiling dengan kehalusan butiran bubuk yang ditentukan. Bubuk jahe diperlukan untuk keperluan farmasi, minuman, alkohol dan jamu. Biasanya menggunakan bahan baku jahe kering.

B. Jahe kering:
Merupakan potongan jahe yang dikeringkan dengan irisan memotong serat irisan tipis. Jenis ini sangat populer di pasar tradisional.

C. Awetan jahe:
Merupakan hasil pengolahan tradisional dari jahe segar. Yang paling sering ditemui di pasaran adalah, tingting jahe (permen jahe), sirup, jahe instan dan masih banyak lagi. Beberapa jenis olahan jahe ini disukai konsumen dari benua Asia dan Australia.

D. Oleoresin jahe:
Adalah hasil pengolahan lebih lanjut dari tepung jahe. Warnanya cokelat dengan kandungan minyak asiri 15 hingga 35%.

Habitat:

Jahe tumbuh subur di ketinggian 0 hingga 1500 meter di atas permukaan laut, kecuali jenis jahe gajah di ketinggian 500 hingga 950 meter.

Untuk bisa berproduksi optimal, dibutuhkan curah hujan 2500 hingga 3000 mm per tahun, kelembapan 80% dan tanah lembap dengan PH 5,5 hingga 7,0 dan unsur hara tinggi. Tanah yang digunakan untuk penanaman jahe tidak boleh tergenang.

Terdapat tiga jenis jahe yang populer yaitu:


1. Jahe merah.
Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak atsiri tinggi dan rasa paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dengan kulit warna merah, serat lebih besar dibanding jahe biasa.

2. Jahe gajah/jahe badak.
Merupakan jahe yang paling disukai di pasaran internasional. Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas. Daging rimpang berwarna kuning hingga putih.

3. Jahe kuning.
Merupakan jahe yang banyak dipakai sebagai bumbu masakan, terutama untuk konsumsi lokal. Rasa dan aromanya cukup tajam. Ukuran rimpang sedang dengan warna kuning.

Kandungan Gizi Jahe Jumlah Per 100 g:

  • Gula 1,7 g
  • Protein 1,8 g
  • Vitamin A 0 IU
  • Vitamin C 5 mg
  • Kalsium 16 mg
  • Zat besi 0,6 mg
  • Vitamin D 0 IU
  • Vitamin B6 0,2 mg
  • Vitamin B12 0 µg
  • Magnesium 43 mg
  • Kalori (kcal) 79
  • Lemak 0,8 g
  • Lemak jenuh 0,2 g
  • Lemak tak jenuh ganda 0,2 g
  • Lemak tak jenuh tunggal 0,2 g
  • Kolesterol 0 mg
  • Natrium 13 mg
  • Kalium 415 mg
  • Jumlah Karbohidrat 18 g
  • Serat pangan 2 g

baca juga manfaat kentang

Manfaat jahe:


1. Meningkatkan kekebalan tubuh.

Tumbuhan ini kaya akan seng, krom, dan magnesium, yang membantu menstimulasi sirkulasi darah dan mengurangi rasa dingin, keringat dingin, dan demam.

Perpaduan lemon dengan jahe merupakan kolaborasi yang baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Mengkonsumsi jahe secara rutin bisa membantu melawan flu dan pilek, terutama ketika cuaca dingin.

2. Membangkitkan libido.

Jahe diyakini sebagai salah satu makanan afrodisiak yang kuat, yang mampu meningkatkan sensitivitas dan gairah seksual.

Afrodisiak adalah zat kimia yang mampu membangkitkan gairah seksual.

3. Mencegah kanker.

Jahe dapat membantu mencegah kanker jenis lain, seperti payudara, paru-paru, kulit, pankreas, dan prostat.

Jahe mengandung antioksidan yang amat membantu mencegah penyakit kanker. Sebuah penelitian menunjukkan jahe dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker dan mengurangi risiko terkena kanker usus besar.

4. Pencernaan.

Jahe juga obat yang baik untuk perut kembung karena kemampuannya membersihkan gas di usus. Sakit perut, kolik, dan diare dapat disembuhkan dan dihindari dengan menambahkan jahe dalam makanan.

Jahe disebut sebagai salah satu obat yang paling efisien untuk masalah perut. Aroma jahe juga dikenal mampu menggugah selera. Jahe juga membantu asimilasi dan penyerapan nutrisi yang lebih baik dalam darah.

5. Menyembuhkan mabuk.

Mengkonsumsi jahe merupakan cara yang lebih aman dan efektif untuk menyembuhkan muntah dibandingkan obat kimia atau buatan pabrik.

Sedikit bubuk jahe dapat meringankan dan menghapus semua gejala penyakit, seperti muntah, pusing, berkeringat dingin, dan mual.

Jahe juga amat baik bagi ibu hamil pada tahap awal kehamilan. Makan jahe mengurangi risiko cacat lahir dan efek samping kehamilan lainnya.

6. Mengurangi peradangan.

Jahe dikenal sebagai akar yang memiliki sifat antiinflamasi. Studi menunjukkan bahwa zat aktif jahe sama efektifnya dengan obat-obatan analgesik populer.

Bagi anda yang kerap mengalami kram atau menstruasi parah, mengkonsumsi jahe akan mengurangi rasa nyeri. Jahe juga sangat bermanfaat dalam meringankan sakit kepala migrain, nyeri otot, nyeri punggung, dan sendi.

Minum teh dengan sepotong kecil jahe adalah cara mudah untuk meringankan sakit kepala dan mengurangi dengkuran saat tidur.

7. Menurunkan berat badan.

Jahe memicu rasa kenyang, yang berarti kita membutuhkan kalori lebih sedikit untuk merasa kenyang. Jahe juga membantu mempercepat metabolisme dan membakar lemak.

Blog ini hanya bersifat informasi dan tidak untuk menggantikan pendapat para ahli, atau dokter.

Semoga Bermanfaat.

hartsltg

Komentar

Postingan Populer

6 Manfaat Pare Untuk Tubuh Manusia

8 manfaat buah pakel atau bajang

7 manfaat koro untuk kesehatan