Budidaya tanaman tebu

Budidaya tanaman tebu

Tebu termasuk jenis tanaman perdu, yang dimasukkan dalam golongan rumput-rumputan dengan nama lain Saccharum officinarum. Untuk budidaya tanaman tebu adalah daerah dataran yang tingginya kurang dari 900 meter di atas permukaan laut serta mempunyai curah hujan tidak kurang dari 2000 mm per tahunnya.

Tebu merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan gula. Tanaman ini dapat tumbuh di daerah beriklim tropis, namun masih dapat tumbuh dengan baik dan berkembang di daerah subtropika.

Untuk daerah sekitar khatulistiwa tanaman tebu memanglah sangat tepat. Kalau boleh kita katakan, bahwa tanah yang paling baik untuk bercocok tanam tebu adalah tanah yang sifatnya kering-kering basah. Meskipun begitu, kita masih juga bisa menanam di tanah-tanah yang sedikit agak rendah kualitasnya bila dibandingkan dengan tanah yang kering-kering basah itu.

Untuk tanah yang kurang baik, kita dituntut untuk mengolah tanah itu sendiri sehingga hasil produksinya tidak jauh berbeda dengan produksi dari tanah-tanah yang baik.

Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Memperbaiki sifat tanah dengan cara pengolahan tanah yang dipadu dengan teknik bercocok tanam.
2. Melakukan pemupukan untuk meningkatan produksi.
3. Mengontrol atau mengendalikan jumlah air yang dibutuhkan oleh tanaman.

Hanya satu butir saja yang belum mampu diatasi, yaitu pengendalian solar energi atau yang sering pula kita sebut dengan radiasi matahari.

klasifikasi tebu


  • Kerajaan: plantae
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: liliopsida
  • Ordo: Poales
  • Famili: Poaceae
  • Genus: Saccharum L

Ciri-Ciri Pohon Tebu
Sebagai penanam atau petani tebu, kita harus tahu bagaimanakah sebenarnya karakter pohon yang kita tanam itu, dengan demikian maka kita akan dapat membedakan dengan tumbuh-tumbuhan lain bila nanti ada tetumbuhan yang tumbuh menyelinap di antara tanaman yang kita tanam.

Untuk itulah kita harus benar-benar mengetahui ciri-ciri dari tanaman tebu. Adapun pohon tebu itu mempunyai ciri-ciri seperti berikut ini.

1. Batang pohon tebu ini berdiri lurus. Pada batang ini terdiri dari beruas-ruas. Setiap ruas dengan ruas dibatasi dengan buku-buku. Di setiap buku akan kita temukan mata tunas.

2. Pada umumnya besar batang pohon tebu antara 3-4 cm bila diukur garis tengahnya, sedangkan tingginya bisa mencapai antara 2 sampai 5 meter. Pohon ini tidak bercabang. Mata tunas yang berada di bawah tanah, akan tumbuh keluar dan berbentuk rumput. Akar pohon ini tidak panjang dan termasuk tumbuh-tumbuhan berakar serabut.

3. Daun tebu bersilangan di kiri dan kanan dari batangnya. Daunnya panjang tak bertangkai, namun berpelepah seperti daun jagung. Helai daun berbentuk lurus dan mengecil kemudian meruncing di ujungnya. Daun ini agak keras dan berbulu agak kasar, tepinya seperti rata, namun sebenarnya bergigi sangat halus.

4. Pohon tebu ini juga bisa berbunga. Bentuk bunganya seperti kerucut/piramida dengan panjang 50-80 cm. Cabang bunga tahap pertandan dan terdapat bulir-bulir yang berpasang-pasangan, dengan panjang 2 sampai 4 mm. Di situlah terdapat benang sari, putik dengan 2 kepala putik.

5. Buah tebu termasuk buah padi-padian. Bijinya hanya satu, sedangkan lembaga besarnya hanya sepertiga dari panjang biji.

Sering pula diadakan percobaan, bunga tebu yang ditanam di ke bun-kebun percobaan dikawinkan silang. Hal ini dilakukan guna mendapatkan jenis tebu baru yang nantinya akan diharapkan menjadi bibi tebu unggul.

Akan tetapi percobaan-percobaan ini hanya dilakukan oleh para ahli perkebunan dan dilakukan di tempat-tempat tertentu. Setelah kelihatan hasilnya, barulah diperkenalkan.

Jenis-jenis tebu


Seperti halnya tanaman-tanaman lainnya, pohon tebu juga mempunyai beberapa jenis. Dengan demikian, kita akan dapat memilih jenis manakah yang ingin kita tanam.

Jenis-jenis tebu yang sering ditanam biasanya diambil dari:

1. jenis POY 3016
2. jenis P.S.30
3. jenis P.S.41
4. Jenis P.S.38
5. jenis P.S.36
6. jenis P.S.8
7. Jenis B.Z.132
8. Jenis B.Z.62 dan lain-lain.

Setiap jenis tebu ini mempunyai ciri-ciri tersendiri. Dengan demikian, kita akan dapat dengan mudah membeda-bedakannya dan sekaligus langsung bisa mengetahui tebu itu termasuk jenis yang mana.

Sebagai contoh, seperti berikut ini:
1. Jenis P.S.30 ini berciri warnanya kuning.
2. Jenis P.S. 41 mempunyai ciri warnanya ungu, dan pada pelepah daunnya berwarna hijau.
3. Jenis B.Z. 132 bercirikan warna ungu, namun pada pelepah daunnya berwarna merah.

Namun dari semua itu, ada sebuah perbedaan yang sangat menyolok dan amat penting untuk diketahui.

Untuk jenis P.O.Y. 3016 dan seluruh jenis P.S. yang ada itu berumur sekitar 12 sampai 14 bulan baru masak. Sedangkan untuk jenis B.Z. tebu telah dianggap masak pada usia kurang lebih 9 bulan.

Tebu yang kurang mempunyai kadar gula dan jarang sekali disukai oleh para penanam adalah jenis dari B.Z.62. Jenis B.Z. 62 ini selain dinilai kurang kadar gulanya bila dibandingkan dengan jenis-jenis lainnya, batangnya juga lebih kecil bila dibandingkan dengan jenis-jenis lain.

Namun begitu, bukan berarti jenis B.Z. 62 itu tidak ada yang menanam sama sekali, hanya orang akan lebih suka menanam jenis lainnya.

Pengembangbiakan atau budidaya tanaman tebu


Untuk mengembangbiakkan Atau budidaya tanaman tebu ini, kita mengenal dua macam cara. Yang pertama adalah cara generatif, khusus untuk mencari bibit-bibit unggul yang nantinya bisa dipakai untuk mendapatkan jenis tebu baru yang mempunyai kadar gula lebih tinggi.

Kemudian cara berikutnya ialah cara vegetatif untuk mendapatkan bibit-bibit yang kita perlukan untuk ditanam, Adapun dua cara untuk mendapatkan bibit-bibit tebu secara generatif dan vegetatif, yaitu:

Generatif
Dengan cara mengawinkan bunga tebu secara silang, dan kemudian menanam biji dari hasil perkawinan silang tersebut. Dengan segala macam percobaan perkawinan dari tebu yang baik dengan jenis lain yang baik pula, akan diperoleh jenis tebu baru yang unggul.

Vegetatif
Dilakukan dengan penyetekan. Caranya dengan mengumpulkan pucuk-pucuk pohon tebu kurang lebih tiga atau empat ruas. Kemudian daun yang menutupi ruas-ruas tersebut kita hilangkan. Karena pucuk ini biasanya masih tertutup daun dan masih muda, untuk menghilangkan atau mencegah adanya hama yang nantinya menyerang, sebelum kita tanam kita harus memberi racun anti hama.

Untuk bibit-bibit seperti ini, sering dipakai trusi yang dioles-oleskan pada batang tebu yang akan ditanam sebagai bibit.

Baca juga budidaya tanaman wijen

Cara Menanam Tebu yang Baik

Bibit dan Penanamannya
Mengingat tanaman tebu ini adalah termasuk tanaman musiman, dan adanya faktor umur tebu yang rata-rata 12 bulan, maka untuk masa tanamnya pun harus mendapat perhatian yang serius karena tebu bukannya tanaman yang berdiri sendiri.

Maksudnya bukan berdiri sendiri ialah sebagai bahan utama pembuat gula, dan gula ini ada hubungannya yang sangat erat dengan pabrik gula. Dengan demikian, kita harus juga memperhitungkan masa-masa pabrik gula itu sendiri kapan mulai gilingnya. Kalau kita tidak memperhitungkan faktor tersebut, bisa jadi keadaan kita menjadi repot.

Contohnya saja, tebu telah tua tapi pabrik gula belum mulai giling, atau sebaliknya, disaat pabrik gula mulai masa giling, tebu kita masih muda-muda. Hingga kalau terpaksa ditebang maka rendemennya juga kurang memuaskan. Untuk menanam tebu yang baik, maka kita hendaknya mengenal macam-macam bibit.

Adapun macam-macam bibit tersebut adalah sebagai berikut:

Bibit Stek Pucuk
Yang dimaksudkan dengan bibit stek pucuk ini adalah bibit yang kita ambil dari pucuk tebangan tebu. Panjang pucuk yang kita ambil itu kurang lebih 3 ruas. Jangan lupa apabila ruas pucuk itu masih ada daunnya, maka daun tersebut harus kita buang terlebih dahulu. Biasanya dari bibit-bibit macam ini akan didapatkan dua atau tiga mata.

Setelah kita mendapatkan bibit-bibit yang kita perlukan, maka cara penanamannya haruslah ditidurkan dengan sedikit menimbun dengan tanah, sedangkan letak tunas harus disusun di sebelah kiri dan kanan.

Sebelum kita meletakkan bibit-bibit ini, kita telah siap membuat lubang (cemplong), dan lubang-lubang ini sebelum ditanami bibit terlebih dahulu harus diklantang/dikeringkan dengan maksud supaya tanah menjadi masak/ndayung.

Hal itu penting untuk menghilangkan/mengurangi keasaman. Tebu tumbuh baik bila tanah tidak terlalu asam atau dengan kata ilmiahnya pH antara 6,4 ke atas.

Bila cemplongan atau lubang itu telah berumput, maka harus dicabuti dulu rumput-rumputnya dan sekalian disiangi. Tanah dari guludan mulai kita turunkan ke dalam lubang tanaman yang sudah kita beri air sedikit.

Lubang itu lebih kurang dalamnya 35 cm. Setelah sehari semalam barulah bibit kita tanam.

Bibit Rayungan
Bibit rayungan adalah bibit tebu yang telah tumbuh. Sedangkan untuk bibit yang telah tumbuh ini yang paling baik adalah bibit-bibit yang bermata 2 dan 3. Kemudian bila ada bibit kita yang matanya hanya satu, maka sebaiknya di sampingnya haruslah kita tambah lagi dengan bibit bermata 1 atau 2.

Cara yang baik untuk menanam bibit ini adalah sebagai berikut:

Dari pinggir 1,30 m. Lebar parit keliling 0,70 m, dengan dalam juga 0,70 m. Panjang parit malang 100 m, lebar 0,50 m, demikian juga dalamnya 0,50 m. Kemudian lebar parit mujur 0,70 m, dengan dalam juga 0,70 m. Dengan demikian, maka setiap kotakan kita ini luasnya 0,10 Ha dengan perincian 100 x 10 m2 = 1.000 m.

Kemudian untuk parit yang malang itu dengan panjang 100 m kita bagi lagi sebagai berikut: untuk membuat parit 1 x 0,70 m 0,70 m. jalan dan tempat pembuangan tanah dari hasil galian membuat parit tersebut kita ambil 1,30 m. Tempat guludan/galengan 0,58 x 100 m 58 m.

Seperti juga jenis bibit yang lain-lain, lubang tanaman kita buat dalamnya 0,35 m. Dengan demikian pada setiap lubang yang panjangnya 10 m ini memerlukan 20 bibit, dan tentu saja masih ditambah dengan bibit sumpingan untuk cadangan sebagai penyulam kalau ada bibit yang tak baik.

Bibit Bonggol
Bibit ini kita ambil dari bagian bawah tebu yang habis ditebang. Biasanya berupa batang yang masih terpendam di dalam tanah. Untuk bibit bonggol ini, biasanya mempunyai mata 2 atau 3. Cara penanaman bibit jenis ini dilakukan dengan agak miring sedikit.

Waktu Tanam

Setelah kita mempunyai bibit-bibit dan akan turun tanam, maka sebaiknya kita mulai mengatur waktunya. Dengan demikian dapatlah kita perhitungkan bahwa masaknya tebu dalam kondisi prima dengan rendemen tinggi tepat dengan timing masa giling dari pabrik gula.

Semoga bermanfaat
Hart sltg

Komentar

Postingan Populer

6 Manfaat Pare Untuk Tubuh Manusia

8 manfaat buah pakel atau bajang

7 manfaat koro untuk kesehatan