7 Manfaat buah jamblang

7 Manfaat buah jamblang

Buah Jamblang (Syzygium cumini) atau disebut juga jambu keling dan duwet adalah sejenis pohon buah dari suku jambu-jambuan (Myrtaceae).

Dalam bahasa asing buah ini dikenal sebagai jambulan, jambulana (Malaysia), duhat (Filipina), jambul, jamun, atau Java plum (Inggris), dan lain-lain. Nama ilmiahnya adalah Syzygium cumini.

Pohon

Pohon yang kokoh, berkayu, diameter 10-30 m, berwarna putih kotor, dan tidak menggugurkan daun. Berbatang bengkok, tinggi hingga 20 m dan gemang mencapai 90 cm. Bercabang rendah & bertajuk bulat atau tidak beraturan.

Daun

Daun terletak berhadapan, bertangkai 1-3,5 cm. Helaian daun bundar telur terbalik agak jorong sampai jorong lonjong, 5-25 x 2–10 cm, pangkalnya lebar berbentuk pasak atau membundar, ujung tumpul atau agak melancip, bertepi rata, menjangat tebal dengan tepi yang tipis dan agak tembus pandang.

Hijau tua berkilat di sebelah atas, daun jamblang agak berbau apabila diremas. Daun yang muda berwarna merah jambu. Pertulangan menyirip.

Bunga

Karangan bunga dalam malai atau malai rata, renggang, hingga tiga kali bercabang, muncul pada cabang cabang yang tak berdaun. Bunga kecil, duduk rapat rapat, 3-8 kuntum di tiap ujung tangkai, berbau harum.

Daun kelopak bentuk lonceng melebar atau corong, tinggi 4-6 mm, kuning sampai keunguan. Daun mahkota bundar dan lepas-lepas, 3 mm, putih abu-abu sampai merah jambu, mudah gugur. Benang sari banyak, 4–7 mm; putik 6–7 mm.

Buah

Buah buni berbentuk lonjong sampai bulat telur, sering agak bengkok, 1–5 cm, bermahkota cuping kelopak, dengan kulit tipis licin mengkilap, merah tua sampai ungu kehitaman, kadang-kadang putih.

Sering dalam gerombolan besar. Daging buah putih, kuning kelabu sampai agak merah ungu, hampir tak berbau, dengan banyak sari buah, untuk rasa sepat masam sampai masam manis. Biji lonjong, sampai 3,5 cm. Buahnya ada yang tak berbiji, ada juga yang berbiji dengan batas jumlah 5.

Penyebaran Buah Jamblang


Buah Jamblang dapat ditemui di alam liar di Asia tropis dan Australia. Pohon jamblang mempunyai daerah persebaran alami di Himalaya bagian subtropis, India, Sri Lanka, Malesia dan Australia. Saat ini telah ditanam diseluruh kawasan tropika dan subtropika.

Di Pulau Jawa (indonesia) tumbuh liar di hutan jati dan dibudidayakan sebagai pohon buah di pekarangan, dari dataran rendah hingga 500 mdpl. Walaupun demikian, ia dapat tumbuh pada ketinggian 1800 mdpl.

Curah hujan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan yang bagus adalah lebih dari 1000 mm per tahun dengan musim kering yang nyata. Jamblang tumbuh di dataran banjir. Jenis ini toleran terhadap kekeringan dan dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah yang tidak subur,

lahan basah dan tanah yang berdrainase bagus (tanah lempung, tanah liat berkapur, tanah berpasir dan tanah-tanah berkapur). Umumnya, jamblang diperbanyak dengan biji, namun kultivar-kultivar yang unggul bisa diperbanyak dengan cangkok.

Kayunya dapat digunakan untuk bahan bangunan, meskipun tidak istimewa dan agak mudah pecah. Kayu ini cukup kuat, tahan air dan serangan serangga, sekalipun agak sukar dikerjakan. Yang terlebih sering ialah digunakan sebagai kayu bakar.

Kulit kayunya menghasilkan zat penyamak (tanin) dan dimanfaatkan untuk mewarnai (ubar) jala. Kepingan kecil pepagan ini juga kadang dibubuhkan untuk menghambat keasaman tuak. Daunnya digunakan sebagai pakan ternak.

Jamblang bersifat sejuk, aromatik, dan bersifat astringen kuat. Biji bisa juga untuk mengobati strikhnina (strychnine), yaitu sejenis penawar racun yang spesifik, dan mengobati pengobatan limpa. Hasil penelitian di India menunjukkan bahwa buah jamblang berpotensi sebagai alat kontrasepsi untuk laki-laki.

Kemudian, hasil penelitian juga menunjukkan biji, daun, dan pepagan jamblang dapat menurunkan penyakit diabetes, yang dipertegas lagi dengan percobaan binatang yang menunjukkan tumbuhan ini mencegah penyakit katarak akibat diabetes.

Jamblang mengandung minyak atsiri, jambosin, asam organik, triterpenoid, dan resin yang mengandung asam elagat, dan tanin. Praktisi Ayurweda menunjukkan bahwa daging buah menurunkan darah selama 30 menit, bijinya menurunkan gula darah dalam waktu 24 jam, dan hasil maksimum pencapaian efek hipoglikemik dalam waktu 10 hari.


Buah Jamblang Sebagai Bahan Obat


Beberapa bagian tumbuhan juga dipergunakan sebagai bahan obat, tradisional maupun modern. Kulit batang, daun, buah dan bijinya digunakan sebagai obat kencing manis, murus (diare), dan beberapa penyakit lain.

Bahkan simplisia dari kulit batang (dikenal sebagai Syzygii cortex) dan biji jamblang (disebut Syzygii semen) dahulu dianjurkan sebagai sediaan apotek yang tidak wajib. Di samping tanin, bahan aktif yang dikandungnya antara lain adalah glukosida yambolin (jamboline).

Oleh pengobat tradisional di Amerika Selatan, buah jamblang bersama buah ceremai belanda untuk mengurangi kerusakan jantung dan hati penderita kanker yang mendapat kemoterapi doxorubicin (doksorubisin).

Jamblang dan Eugenia caryophyllata mengandung senyawa yang dapat mengaktifkan enzim S-transferase di hati. Pada percobaan, enzim tersebut dapat menurunkan kejadian kanker lambung hingga 80%. Sebagian wilayah di Asia Tenggara menggunakan akar jamblang untuk mengobati epilepsi.

baca juga manfaat buah apel

Nilai gizi per 100 g (3,5 ons)
  • Energi 251 kJ (60 kkal)
  • Karbohidrat 14 g
  • Serat makanan 0,6 g
  • Lemak 0,23 g
  • Protein 0,995 g
  • Vitamin Kuantitas% DV †
  • Tiamin (B1) 2% 0,019 mg
  • Riboflavin (B2) 1% 0,009 mg
  • Niacin (B3) 2% 0,245 mg
  • Vitamin B6 3% 0,038 mg
  • Vitamin C 14% 11,95 mg
  • Mineral Kuantitas% DV †
  • Kalsium 1% 11,65 mg
  • Besi 11% 1,41 mg
  • Magnesium 10% 35 mg
  • Fosfor 2% 15,6 mg
  • Kalium 1% 55 mg
  • Sodium 2% 26,2 mg
  • Kuantitas air 84.75 g
Tautan ke entri Database USDA

Nilai Newcrop diberikan sebagai rata-rata
Kalori / B6 dari USDA
Unit
μg = mikrogram
mg = miligram
IU = Unit internasional
† Persentase diperkirakan secara kasar menggunakan rekomendasi AS untuk orang dewasa.
Sumber: Database Nutrisi USDA


Berikut ini beberapa kandungan senyawa kimia buah jamblang

Senyawa jambosin, alkaloid dan juga glikosida jambolin atau antimelin merupakan senyawa-senyawa yang mampu menghambat konversi diastatik pati menjadi gula.
Senyawa flavonoid dan antioksidan ditemukan cukup tinggi dalam buah jamblang. Senyawa ini berguna untuk menangkal radikal bebas penyebab kanker.
Kandungan senyawa fenolat yang cukup tinggi dengan aktivitas dari anti oksidan yang juga cukup tinggi.
Kandungan gizi lainnya seperti garam, gula, kalsium, protein, mineral dan vitamin C. Berbagai nutrisi ini menunjukkan bahwa buah jamblang juga memberikan khasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Senyawa kimia lain yang juga cukup banyak ditemukan di buah jamblang seperti minyak atsiri, resin berwarna merah tua yang kaya dengan kandungan asam elagat, asam organic, tannin dan juga triterpenoid.
Selain kandungan senyawa di atas, zat pewarna alami antosianin menjadi zat utama pada kulit buahnya yang berwarna ungu. Dengan demikian buah jamblang cocok dijadikan sebagai sumber pewarna alami yang lebih aman untuk digunakan.

Manfaat Buah Jamblang


1. Anti diabetes.

Senyawa seperti jambosin, alkaloid dan juga glikosida jambolin yang terkandung pada buah jamblang menjadi senyawa anti diabetes yang bekerja membantu memecah gula dan menjadi energi, sehingga kadar gula di dalam darah lebih stabil dan diabetes pun tak akan terjadi.

2. Anti bakteri.

Buah jamblang juga terbukti mampu membunuh berbagai bakteri saat terjadi diare, terjadinya infeksi mulut, infeksi kulit dan sebagainya.

Buah ini memiliki senyawa anti bakteri yang cukup efektif membunuh bakteri di dalam tubuh.

3. Anti kanker.

Tingginya kadar anti oksidan yang ada dalam buah jamblang menyebabkan buah ini menjadi salah satu herbal anti kanker yang paling dicari.


Nantinya anti oksidan akan bekerja mengikat sel radikal bebas yang merupakan pemicu tumbuhnya sel kanker dalam tubuh.

Anti oksidan yang ada dalam buah jamblang juga ada beberapa, diantaranya adalah polifenol dan antosianin.

4. Menangkal radikal bebas.

Senyawa flavonoid dan antioksidan ditemukan cukup tinggi dalam buah jamblang. Senyawa ini berguna untuk menangkal radikal bebas penyebab kanker. Karena itulah banyak orang menggunakan jamblang sebagai herbal alami anti kanker. Selain itu juga mampu melindungi enzim anti oksidan.

5. Meningkatkan kekebalan tubuh.

Buah jamblang memiliki berbagai nutrisi dan vitamin yang membantu meningkatkan system kekebalan tubuh.

Beberapa nutrisi tersebut seperti garam, gula, kalsium, protein, mineral dan vitamin C.
Saat tubuh mulai terasa meriang, buah jamblang cocok dikonsumsi untuk mencegah terjadinya demam.

6. Menjaga kecantikan kulit.

Buah jamblang kaya dengan senyawa antioksidan dan vitamin C yang akan dapat membantu pembentukan kolagen di dalam kulit. Mengkonsumsi buah jamblang secara rutin akan membantu merawat kulit akan lebih tampak awet muda dan cantik.

7. Menjaga kesehatan jantung.

Kandungan unsur kalium yang tinggi di dalam buah jamblang menyebabkan buah ini sangat baik dikonsumsi oleh mereka yang ingin memiliki kondisi jantung yang sehat.
Pada setiap 100 gram buah jamblang akan mengandung sebanyak 55 mg kalium.

Selain dapat membantu menjaga kesehatan jantung, unsur ini juga akan sangat membantu untuk mencegah terjadinya penyakit stroke dan tekanan darah tinggi.

Banyaknya kandungan nutrisi buah jamblang, tanaman ini juga memiliki khasiat mengatasi masalah pencernaan, asma, masalah tenggorokan, masalah gigi dan gusi, menghancurkan kolesterol jahat, mengatasi batuk, menyembuhkan nyeri lambung dan berbagai khasiat lainnya.

Semoga bermanfaat

hartsltg

Komentar

Postingan Populer

6 Manfaat Pare Untuk Tubuh Manusia

8 manfaat buah pakel atau bajang

7 manfaat koro untuk kesehatan